Manggarai Barat, BAJOPEDIA.COM,– Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Bangka Lewat, Kecamatan Kuwus Timur, Kabupaten Manggarai Barat. Seorang ibu rumah tangga, Daria Nurlela, mengalami nasib tragis setelah digigit anjing pada Minggu, 10 Agustus 2025. Bukannya sembuh setelah mendapat penanganan medis, justru tubuhnya melemah disertai muntah darah berulang kali, membuat keluarga kalang kabut mencari pertolongan.
Suaminya, Paskalis Gapur, menjadi saksi sekaligus penopang utama dalam peristiwa dramatis itu. Dengan wajah muram dan suara bergetar, ia menuturkan kronologi sejak gigitan anjing hingga kondisi istrinya yang kian mengkhawatirkan.
“Pada tanggal 10 Agustus 2025, istri saya digigit anjing. Begitu digigit, langsung saya bawa ke Puskesmas Golowelu. Sampai di Puskesmas, beliau langsung divaksin. Tapi sesampainya di rumah, beliau langsung muntah darah,” kata Paskalis dengan nada getir.
Vaksin Kedua Tak Tersedia
Bencana belum berhenti. Sepekan kemudian, tepat pada 17 Agustus, Daria dijadwalkan menerima vaksin kedua. Namun setibanya di Puskesmas Golowelu, keluarga justru mendapati kabar mengejutkan: stok vaksin habis.
Paskalis menceritakan, petugas medis kemudian menyarankan mereka mencari vaksin ke wilayah Kecamatan Ndoso. Perjalanan panjang ditempuh dengan penuh harap. Tetapi setibanya kembali di rumah setelah upaya pencarian itu, Daria kembali muntah darah, bahkan dengan intensitas lebih parah.
“Di rumah sakit Golowelu, beliau juga sempat muntah darah. Darah itu bahkan kami simpan dalam botol Aqua. Pulang dari mencari vaksin di Ndoso pun, beliau kembali muntah darah lagi,” tutur Paskalis, menahan emosi.
Dilarikan ke Rumah Sakit Ruteng
Merasa situasi kian genting, Paskalis akhirnya membawa sampel darah istrinya ke Rumah Sakit Ruteng. Namun jawaban dokter di sana membuat langkah keluarga semakin terjal. Dokter meminta agar pasien segera mendapatkan rujukan resmi dari Puskesmas Golowelu untuk bisa dibawa ke RSUD Merombok, Manggarai Barat.
“Saya tanya kepada dokter, apakah darah ini akibat gigitan anjing? Mereka bilang sebaiknya segera bawa ke rumah sakit, tapi dengan rujukan. Akhirnya saya kembali lagi, urus rujukan, lalu bawa istri saya ke RSUD Merombok,” jelasnya.
Keluarga Ditinggal Bertanya-Tanya
Hingga Kamis, 21 Agustus 2025, Paskalis akhirnya memberanikan diri menyampaikan kisah pilu ini kepada wartawan. Ia mengaku merasa tertekan karena kondisi istrinya terus memburuk, sementara kepastian medis terkait penyebab muntah darah itu belum jelas.
“Yang saya tahu, istri saya digigit anjing. Setelah itu, tubuhnya jadi lemah, muntah darah berkali-kali. Kami sudah berjuang ke sana ke mari mencari vaksin, tapi sampai sekarang kami tidak tahu pasti apa yang terjadi,” ujarnya.
Catatan Kritis
Kasus Daria Nurlela membuka kembali luka lama soal minimnya ketersediaan vaksin rabies (VAR) di wilayah pedesaan Manggarai Barat. Ironis, di tengah maraknya kasus gigitan anjing, fasilitas kesehatan justru kerap tidak siap dengan stok vaksin yang memadai. Pertanyaan publik pun semakin menggema: sampai kapan warga harus berjuang sendiri di tengah krisis medis yang seharusnya ditangani negara?
Penulis:LH
- Editor:Redaksi












