MANGGARAI BARAT, BAJOPEDIA.COM – Laga semifinal Sano Nggoang Cup I dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia menyajikan drama luar biasa di lapangan hijau. Tim tuan rumah bertabur bintang, Petani Keren FC, berhasil melangkah ke partai puncak setelah menumbangkan tim raksasa dari Lembor, Kaka Botek FC, lewat adu penalti yang mendebarkan dengan skor akhir 7-6.
Pertandingan yang berlangsung sengit sejak peluit awal ini menyajikan aksi jual beli serangan berintensitas tinggi. Meski kokohnya lini pertahanan kedua tim memaksa skor bertahan 0-0 hingga babak kedua usai, tensi pertandingan sama sekali tidak mengendur. Drama puncak terjadi saat penentuan adu penalti.
Menariknya, dua bintang berpengalaman—Umar Noa (mantan pemain Persamba Manggarai Barat) dan Rian Reme (mantan pemain Persim Manggarai dan perna memperkuat Persamba di turnamen ETMC kabupaten Malaka)—sempat gagal mengeksekusi penalti. Namun, ketenangan mental seluruh skuad Petani Keren FC akhirnya mengunci kemenangan dramatis 7-6.
Skuad Petani Keren FC sendiri diisi oleh nama-nama besar di kancah sepak bola NTT Selain Umar Noa dan Rian Reme yang kenyang pengalaman di ajang ETMC (El Tari Memorial Cup) hingga turnamen antarklub, ada Mustajik—sosok yang dijuluki “Raja Tarkam 3 Kabupaten” (Mabar, Manggarai, Matim) yang selalu mendapatkan dukungan penuh dari sang istri di pinggir lapangan. Di lini tengah, hadir pula Tofik, mantan gelandang Bajak Laut FC yang dikenal lugas dan berkelas.
Meskipun bermarkas di Werang dan berstatus sebagai tim tuan rumah, Petani Keren FC menunjukkan kedewasaan luar biasa dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, baik dari jajaran pemain, official, hingga para suporter yang memadati area pertandingan.
“SUARA DARI SKUD PETANI KEREN FC”, Umar Noa (Kapten Tim),”Pertandingan semifinal tanggal 15 Agustus kemarin benar-benar menguji mentalitas dan daya juang kami. Kaka Botek FC adalah tim raksasa dengan reputasi besar di Manggarai Barat, tetapi kami membuktikan bahwa kerja keras dan kolektivitas tim mampu meruntuhkan nama besar.
Soal saya dan Rian Reme yang tidak mencetak gol saat adu penalti, itulah keindahan dan dinamika sepak bola. Di titik krusial seperti itu, mental berbicara, dan syukurlah rekan-rekan lain mampu menuntaskan tugas dengan sangat baik hingga meraih kemenangan 7-6.
Sekarang fokus kami sepenuhnya tertuju pada laga final tanggal 17 Agustus mendatang melawan Purnama Werang FC. Ini bukan sekadar laga final biasa, ini adalah derby satu ibu kota, pertarungan adu gengsi! Kami menghormati Purnama Werang FC sebagai lawan yang tangguh, namun kami bertanding di tanah sendiri dengan target tunggal: meraih podium tertinggi sebagai hadiah HUT ke-81 RI. Kami siap menyajikan permainan terbaik dan menghibur seluruh masyarakat.”
“Kosmas Yft Laja / Yafet (Pendamping Kapten)”, “Perjuangan di semifinal kemarin adalah bukti kepemimpinan Umar Noa dan kesolidan kami di lapangan. Kami saling menutupi kekurangan dan tetap tenang di bawah tekanan tinggi. Menghadapi final nanti, kami sudah sangat siap secara fisik maupun taktik. Kami minta dukungan penuh suporter untuk mengawal kemenangan Petani Keren FC di partai puncak.”
“Edison Hengki / Edi (Manager Tim)”, “Kemenangan atas Kaka Botek FC adalah hasil dari kedisiplinan dan mental baja para pemain. Pertandingan kemarin sangat menegangkan, tetapi anak-anak menunjukkan kelasnya sebagai pemain bertalenta tinggi. Waktu kita menuju laga final 17 Agustus tinggal menghitung hari. Sebagai manager, saya memastikan seluruh kebutuhan tim terpenuhi agar mereka bisa tampil 100 persen. Kami optimistis membawa pulang tropi juara Sano Nggoang Cup I.”
“Rian Harsion / Rian (Pelatih Kepala)”, “Secara taktik, anak-anak menjalankan skema pertahanan dan transisi dengan sangat disiplin di semifinal. Lawan kami adalah tim berpengalaman, tetapi pemain kami mampu menjaga fokus selama 90 menit hingga babak penalti. Untuk partai final melawan Purnama Werang FC, kami sudah menyiapkan strategi khusus. Ini laga derby yang sarat gengsi, dan kami akan tampil menyerang sejak awal untuk mengamankan kemenangan.”
“Mustakin (Asisten Pelatih)”,”Semifinal kemarin berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi, namun anak-anak tetap dingin dan tidak terpancing emosi. Itu kunci utama kemenangan kami. Menghadapi laga puncak, kami fokus pada pemulihan kondisi pemain agar bisa tampil dalam performa puncak di partai final.”
“Sales Sandrik & Flori banus (Tim Medis / P3K)”, “Tugas kami adalah memastikan seluruh pemain dalam kondisi fisik prima. Selama semifinal yang menguras stamina kemarin, kami siaga penuh di pinggir lapangan untuk penanganan cepat. Menjelang final, kami memantau ketat kebugaran Umar Noa dan kawan-kawan agar siap tempur tanpa kendala cedera.”
“Fredik Mahin (Divisi Keamanan)”, “Kami mengapresiasi tinggi seluruh suporter dan penonton. Walaupun pertandingan semifinal berjalan sangat sengit dan menegangkan hingga adu penalti, situasi tetap kondusif, aman, dan lancar.
Petani Keren FC terbukti mampu menunjukkan sportivitas tinggi. Kami pastikan pengamanan laga final nanti akan diperketat agar pesta sepak bola ini berjalan aman dan damai.”
Laga puncak Petani Keren FC vs Purnama Werang FC pada 17 Agustus 2026 dipastikan bakal menyedot perhatian publik Sano Nggoang. Duel sengit berlabel derby ibu kota ini akan menjadi panggung pembuktian siapa yang layak menjadi raja dan menaiki podium satu Sano Nggoang Cup I!
Penulis:Lois Halu
Editor:Redaksi












