Kisah Inspiratif Umar Noa: Di Usia 41 Tahun Masih Merumput, Dirikan Monster Mbeliling FC Demi Cetak Bintang Masa Depan Manggarai Barat

LABUAN BAJO — Usia hanyalah sebuah angka. Filosofi inilah yang tampaknya dipegang teguh oleh Umar Said atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan khas Umar Noa. Lahir di Kampung Noa, Desa Golo Ndoal, Kecamatan Mbeliling, pada tanggal 1 Desember 1984, darah seni mengolah si kulit bundar telah mendarah daging dalam diri pria berdarah asli Kempo ini.

Meski kini telah berusia 41 tahun dan menetap di kota super premium Labuan Bajo, pesona dan performa Umar Noa di atas lapangan hijau seakan tidak pernah luntur. Di saat rekan-rekan seangkatannya memilih untuk gantung sepatu dan pensiun dari dunia sepak bola, Umar justru masih tampil trengginas, berlari, dan bersaing di kompetisi resmi.

“​Perjalanan Karier Legendaris: Makan Garam di Dunia Sepak Bola”, Bagi pencinta sepak bola di Manggarai Barat, nama Umar Noa tentu sudah tidak asing lagi. Ia layak disematkan sebagai salah satu “raja bola” dari tanah Kempo Mese hingga Manggarai Barat. Rekam jejaknya di kancah sepak bola daerah sangat panjang dan membanggakan:

​2003–2004: Memperkuat tim GAPP

​2005: Bergabung dengan tim GT Air

​2006: Membela GAPENSI

​2007: Memperkuat AS MABAR

​2008–2021: Menjadiandalan di klub Bajak Laut

​Tim Persamba: Tercatat pernah memperkuat Persatuan Sepak Bola Manggarai Barat (Persamba) sebanyak 8 kali musim kompetisi.

​Tidak hanya aktif sebagai pemain, kecintaan Umar pada sepak bola membawanya melangkah lebih jauh. Setelah pensiun dari skuad utama Persamba, ia sempat mendedikasikan diri sebagai pengurus tim Persamba. Selain itu, ia juga mengantongi lisensi kepelatihan resmi, membuktikan bahwa pemahamannya terhadap strategi sepak bola berada di level yang matang.

​Di balik kesibukannya saat ini sebagai seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo, gairah dan jiwa sepak bola di dalam diri Umar Noa tidak pernah padam.

“​Lahirkan Monster Mbeliling FC: Misi Mulia Cetak Generasi Emas Mabar”, ​Pada tahun 2022, sebuah langkah besar diambil oleh Umar Noa. Ia mendirikan dan membentuk klub sepak bolanya sendiri yang diberi nama Monster Mbeliling FC. Di klub ini, Umar memegang peran ganda yang unik: sebagai pemilik klub sekaligus pemain yang masih turun ke lapangan bersama para pemain muda.

Saat ditemui oleh awak media pada Kamis, 13 Agustus 2026, Umar Noa memaparkan secara mendalam mengenai tujuan utama dibentuknya Monster Mbeliling FC.

​”Tujuan utama saya mendirikan Monster Mbeliling FC adalah untuk mencari dan menjaring bibit-bibit pemain muda berbakat dari generasi muda Manggarai Barat. Kita ingin mereka punya wadah untuk tampil dan mengasah kemampuan terbaiknya,” tegas Umar penuh semangat.

​Ia berharap melalui klub ini, para pengurus KONI Manggarai Barat dan PSSI Manggarai Barat dapat melihat potensi-potensi terpendam tersebut. Harapan jangka panjangnya jelas: para pemain muda ini bisa disaring dan direkrut untuk memperkuat tim kebanggaan daerah, Persamba Manggarai Barat.

Lebih jauh lagi, Umar bermimpi agar talenta-talenta muda dari Manggarai Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada umumnya bisa dilirik oleh klub-klub besar di kancah nasional, bahkan menembus skuad Tim Nasional Indonesia.

“​Pesan Moral dan Perjuangan yang Belum Usai”, Sebagai sosok yang telah lama makan asam garam dunia sepak bola, Umar Noa tidak pernah lelah memberikan motivasi kepada generasi muda di Manggarai Barat. Ia selalu berpesan agar anak-anak muda tidak pernah berhenti berlatih keras.

​”Sepak bola bukan sekadar bagian dari olahraga yang menyehatkan, tetapi jika ditekuni dengan serius, sepak bola juga bisa menjadi jalan hidup yang menjanjikan dan menghasilkan pendapatan,” ungkap Umar menutup perbincangan.

Kini, semangat juang Umar Noa bersama Monster Mbeliling FC tengah diuji kembali. Klub kebanggaannya tersebut sedang aktif berpartisipasi dan bertarung dalam ajang bergengsi PSSI Cup II Kabupaten Manggarai Barat. Bukti nyata bahwa bagi seorang Umar Noa, usia 41 tahun bukanlah halangan untuk terus berkarya, menginspirasi, dan mencintai sepak bola dengan sepenuh hati.

 

 

Penulis:Lois Halu

Editor:Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *