Viral, Babinsa di Labuan Bajo Hadirkan Excavator,Gusur Jalan Menuju Kampung Lambur

LABUAN BAJO, BAJOPEDIA.COM,– Muhamad Suhardi adalah seorang Bintara Pembina Desa di Labuan Bajo hadirkan satu unit alat berat jenis excavator di Dusun Lambur, Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, pada jumat, 21 Februari 2025.

Babinsa yang semestinya bertugas untuk mejaga keamanan, namun karena kepekaan dan kecintaan terhadap kondisi kampungnya yang terisolasi dari akses jalan aspal, maka beliau berinisiatif membantu warga untuk hadirkan satu unit excavator guna memperbaiki jalan rusak agar bisa dilalui kendaraan saat musim hujan.

Muhamad, saat di wawancarai media ini mengatakan ” selama ini kalau musim hujan tidak bisa dilewati oleh kendaraan apapun, paling kalau musim kemarau baru bisa lewat kenadaraan”ucapnya saat ditemui Bajopedia.com di lokasi perbaikan jalan itu, pada jumat (21/2/2025) siang.

saya adalah seorang Babinsa Desa Warloka, yang nota bene adalah saya dilahirkan di kampung Lambur yang terisolasi di belakang sini. Pada hari ini saya berinisiatif membantu keluarga saya yang ada di kampung ini dengan mendatangkan alat ini dengan berbagai usaha, pendekatan dengan pihak luar menggunakan biaya saya sendiri untuk mendatangkan alat ini dibantu oleh warga masyarakat untuk membelikan BBM-nya, saya yang menyewa untuk memperbaiki jalan ini”, tuturnya

Lima hari kedepan kami akan ambil krikil di kali, untuk buat sertu dijalan ini sehingga musim hujan tahun depan tidak lumpur lagi”, tandasnya

Walau begitu, Muhamad juga menyampaikan pesan kepada Bupai Mabar yang sudah menjanjikan untuk perbaiki jalan tersebut agar nanti diperbaiki.

“Harapan saya kepada bapak Bupati dan wakil Bupati, saya mohon maaf bukannya saya mampu untuk memperbaiki jalan ini tetapi setidaknya saya punya andil ya, saya punya keluarga yang berada dibelakang sana yang merindukan perbaikan jalan ini, saya mendahului bapak Bupati, ini karena kecintaanya saya terhadap warga Lambur ini, apapun yang saya lakukan saya punya janji dan punya sumpah membantu kesulitan masyarakat disekitar saya” tutup Muhamad dengan penuh semangat.**

Sementara itu, beberapa warga dari dusun lambur yang saat itu ikut serta dalam membersihkan jalan itu adalah tu’a adat lambur, bapak Ahmad Sahudi dan tokoh masyarakat lainnya.

Tua adat, Ahmad Sahudi mengatakan, “jarak jalan ini dari cabang menuju golomori sampai di Lambur -+1.200 meter. pekerjaan hari ini atas dasar inisiatif kami sebagai warga lambur, kami swadaya tanpa campur tangan dari pihak manapun, karena selama ini jalan dari cabang Golomori sampai ke lambur, jangankan roda dua roda empat saja susah masuk ke lambur, bukan berarti kami tidak berharap bantuan pemerintah, kami juga sangat mengharapkan bantuan pemerintah.” Pungkasnya.

Untuk kelancaran pekerjaan tersebut, warga lambur mengumpulkan uang senilai dua ratus ribuan per-kepala keluarga untuk pengadaan bahan bakar excavator dan keperluan lainnya.

“Kami kumpul uang senilai dua ratus ribu lebih per kepala keluarga untuk bahan bakar excavator dan lain-lain,” kata Ahmad

Ahmad mengaku bahwa, kampung Lambur memiliki perkebunan kayu jati terbanyak di Manggarai Barat dengan kualitas sangat bagus, urutan ‘ketiga’ untuk dunia. Pengakuan ini disampaikan berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang dilakukan oleh seorang Dosen dari jakarta.

Kami mohon kepada pemerintah, Bapak Bupati Edi-Weng untuk perhatikan kami. Kampung Lambur ini memiliki penghasilan jati terbanyak dan berkualitas baik, di Manggarai Barat ini.

Dari hasil penelitian dosen dari jakarta tempo itu, bahwa jati di lambur ini kelas ketiga untuk dunia dan kami terpaksa jual dengan harga murah per pohon, jika dibandingkan dengan jati ditempat lain dengan harga jutaan rupiah per pohon karena akses jalan yang mudah.

Sementara kami jual dengan harga dua ratus Lima puluh sampai tiga ratus ribu per pohon karena kondisi jalan yang susah seperti ini membuat para pembeli banyak perhitungan”. Tuturnya**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *