Tokoh Muda Manggarai Barat Bela Pemerintah: Cuaca Buruk Sudah Diprediksi Sebelum KM Sakinah Tenggelam

Labuan Bajo,Bajo Pedia.com-, Insiden tenggelamnya kapal wisata KM Sakinah di perairan Labuan Bajo kembali menyita perhatian publik dan memicu berbagai kritik terhadap pemerintah daerah. Namun di tengah sorotan tersebut, muncul pandangan berbeda dari sejumlah tokoh masyarakat yang menilai pemerintah tidak sepenuhnya dapat disalahkan.

Tokoh muda Manggarai Barat, Usman Wahab, menegaskan bahwa pemerintah dan lembaga terkait sebenarnya telah menjalankan tugasnya dengan memberikan peringatan dini terkait cuaca buruk sebelum kejadian tersebut terjadi.

Menurut Usman, pada 25 Desember, seluruh lembaga pemerintah yang berkaitan dengan prediksi dan pemantauan cuaca, termasuk instansi meteorologi dan pihak keselamatan pelayaran, telah menyampaikan peringatan resmi mengenai potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Penting untuk disampaikan secara objektif bahwa peringatan cuaca buruk sudah dikeluarkan sejak tanggal 25 Desember. Artinya, pemerintah tidak tinggal diam dan sudah menjalankan kewajibannya dalam menyampaikan informasi kepada publik dan pelaku wisata,” ujar Usman.

Ia menilai, persoalan utama yang perlu dievaluasi secara adil bukan hanya pada pemerintah, tetapi juga pada kepatuhan operator kapal wisata terhadap peringatan cuaca yang telah disampaikan. Menurutnya, setiap pelaku usaha wisata laut memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, terutama saat kondisi alam tidak mendukung.

“Ketika peringatan cuaca sudah dikeluarkan, maka keputusan untuk tetap berlayar harus dipertimbangkan dengan sangat matang. Jangan semua kesalahan langsung dibebankan kepada pemerintah, karena keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Usman juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan yang dapat merusak citra daerah, tanpa melihat fakta secara menyeluruh. Ia menilai narasi yang tidak berimbang justru berpotensi merugikan sektor pariwisata Labuan Bajo yang tengah berupaya bangkit dan berkembang secara berkelanjutan.

Meski demikian, Usman tetap mendorong adanya evaluasi dan perbaikan ke depan, baik dari sisi pengawasan maupun peningkatan kesadaran pelaku wisata terhadap risiko cuaca ekstrem. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, operator kapal, dan wisatawan demi keselamatan bersama.

“Keselamatan wisatawan adalah prioritas, tetapi keadilan dalam melihat persoalan juga penting. Pemerintah sudah memberi peringatan, selanjutnya semua pihak harus patuh dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *