MANGGARAI BARAT, BAJO PEDIA.COM — Jeritan pilu kembali terdengar dari Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang. Akses jalan vital yang menghubungkan Kampung Wae Munting, Mengkaleng, dan Dange menuju Kampung Nggolar kini lumpuh total, memutus denyut nadi ekonomi ratusan warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Kondisi memprihatinkan ini bukanlah kejadian baru. Akses jalan tersebut sempat mengalami putus total akibat longsor pada tahun 2025 lalu. Meski sempat dilakukan perbaikan oleh pihak desa, namun bencana kembali datang. Pada Februari 2026, curah hujan ekstrem kembali memicu longsor hebat yang menutup akses jalan tersebut hingga detik ini.
Sudah berbulan-bulan sejak kerusakan terakhir, masyarakat merasa seolah dianaktirikan. Belum ada langkah konkret maupun perbaikan dari pihak Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat untuk memulihkan akses penghubung tersebut.
“Ekonomi Warga Terancam Mati”
Bagi warga Dusun Tado, Desa Nampar Macing, jalan ini adalah urat nadi kehidupan. Akibat terputusnya akses, para petani kini harus menelan pil pahit. Hasil panen utama seperti kemiri, jambu mete, hingga komoditas porang yang saat ini memasuki masa panen raya, terancam hasil panen di tahun ini dibiarkan saja karena tidak bisa diangkut dari lahan pertanian ke rumah warga.
Aleksander Wawan, salah satu warga setempat, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap pemerintah yang dinilai lamban dan cenderung tutup mata terhadap penderitaan rakyat.
“Sudah beberapa bulan kami hidup dalam bayang-bayang keterbatasan ini. Akses jalan putus membuat hasil bumi kami terbuang percuma. Kami tidak bisa membawa hasil panen keluar. Pemerintah Desa dan Pemda Manggarai Barat seolah diam, tidak ada langkah nyata untuk memperbaiki jalan ini,” ungkap Aleksander dengan nada kecewa pada Senin (6/07/2026).
“Tuntutan Publik”.
Kondisi yang berlarut-larut ini memicu kegeraman publik. Masyarakat menuntut dinas terkait di Kabupaten Manggarai Barat untuk segera turun tangan. Warga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan saat ini sangat mendesak, bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata untuk membuka kembali akses ekonomi yang telah terisolasi.
Masyarakat Dusun Tado, Desa Nampar Macing berharap pemberitaan ini menjadi alarm bagi pihak berwenang untuk segera menjadikan perbaikan akses jalan tersebut sebagai prioritas utama. Jika pembiaran ini terus berlanjut, warga khawatir kerugian ekonomi yang diderita akan semakin besar dan memicu kemiskinan lebih luas di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa maupun Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Barat terkait rencana perbaikan jalan tersebut.
Penulis: Lois Halu
Editor: Redaksi












