WERANG โ Ribuan umat Katolik memadati Gereja Paroki St. Klaus Werang untuk merayakan Misa Kamis Putih pada Kamis malam (2/4/2026). Ibadah yang menjadi pembuka Tri Hari Suci ini berlangsung khidmat, teduh, dan penuh makna, dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St. Klaus Werang, Romo Servulus Juanda, Pr.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme umat yang luar biasa. Sejak sebelum pukul 20.00 WITA, bagian dalam gereja sudah terisi penuh. Kepadatan meluber hingga ke sisi kiri, kanan, dan pelataran luar gereja. Umat yang hadir didominasi oleh warga Kampung Werang serta umat dari kampung-kampung tetangga yang masih berada dalam wilayah reksa pastoral Paroki Werang.
Pesan Mendalam dalam Khotbah Romo Paroki. Dalam homilinya, Romo Servulus Juanda memberikan penekanan kuat pada perubahan sikap hidup sehari-hari. Beliau mengajak umat untuk tidak sekadar menjalankan ritual, tetapi membawa perubahan nyata dalam interaksi sosial.
โ”Janganlah kamu menceritakan kekurangan orang lain. Janganlah menggunakan kekurangan sesama sebagai alasan untuk menjatuhkan mereka,” tegas Romo Servulus di hadapan umat.
โBeliau juga mengingatkan bahwa kedatangan umat ke gereja harus didasari oleh pemahaman akan makna perayaan, bukan sekadar rutinitas. “Pulang dari gereja, setiap umat harus melakukan evaluasi diri dan berkomitmen untuk berbuat baik kepada sesama,” tambahnya.
Makna Mendalam Kamis Putih di Paroki Werang. Perayaan malam ini bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, melainkan menghidupkan kembali esensi kasih di tengah umat Paroki Werang. Secara khusus, Misa Kamis Putih tahun ini diartikan sebagai: Teladan Kerendahan Hati: Melalui prosesi pembasuhan kaki, umat diingatkan untuk saling melayani tanpa memandang status sosial.
Penyatuan Umat dalam Ekaristi: Sebagai peringatan Perjamuan Malam Terakhir, perayaan ini menjadi momentum bagi umat di wilayah Werang untuk mempererat persaudaraan dan kesatuan iman.
Transformasi Karakter: Penekanan Romo Servulus mengenai “menjaga lidah” dan “berhenti mengumbar aib sesama” menjadi refleksi nyata bahwa kekudusan harus dimulai dari tutur kata yang membangun.
Harmoni Suara dan Keamanan Terpadu. Suasana misa semakin syahdu dengan iringan puji-pujian dari Paduan Suara (Kor) Kelompok KB. Dengan pilihan lagu yang sangat relevan dengan momenย pembasuhan kaki dan perjamuan terakhir, harmoni suara mereka berhasil membawa suasana doa yang lebih dalam bagi seluruh jemaat.
Keamanan selama berlangsungnya ibadah terjaga dengan sangat ketat namun tetap humanis. Personel gabungan dari Polsek Sano Nggoang, TNI, Satpol PP, serta panitia perayaan tampak berjaga di berbagai titik strategis. Sinergi ini memastikan arus lalu lintas dan area gereja tetap kondusif.
Penutup yang Tenang dan Damai. Misa Kamis Putih di Paroki St. Klaus Werang malam ini benar-benar menjadi refleksi iman yang tenang dan penuh kedamaian. Seluruh rangkaian ibadah, mulai dari perarakan masuk hingga perarakan Sakramen Mahakudus menuju altar persemayaman, berjalan dengan sangat tertib, aman, dan lancar hingga akhir. Umat membubarkan diri dengan membawa semangat baru untuk memasuki ibadah Jumat Agung esok hari.
Penulis:Lois Halu
Editor:Redaksi
โ












