Setelah Sembilan Hari, Ahmad Budi: Saya Sangat Bangga Dengan Kekompakan Ini

Ahmad Budi

LABUAN BAJO, BAJOPEDIA.COM, – Setelah sembilan hari pengerjaan jalan menuju Dusun Lambur, Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sudah selesai, hari ini, Minggu 2 Maret 2025.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tiwu Nampar, Ahmad Budi mengatakan terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing berpartisipasi dalam memperbaiki jalan menuju Dusun Lambur, kampung kelahirannya.

Ahmad menyatakan kebanggaannya kepada Babinsa (Muhamad Suhardi), Tu’a Adat (Ahmad Sahudi) dan semua warga kampung Lambur yang penuh semangat bekerja sama pada proses pengerjaan jalan sejak awal hingga selesai.

“Saya sangat bangga dengan kekompakan ini, legah rasanya setelah melihat kondisi jalan ke lambur sudah agak membaik. Setidaknya dimusim hujan ini, tidak terlalu parah seperti sebelumnya”, tutur Budi, Minggu 2/3/25.

Lanjut Budi mengatakan, selama ini masyarakat selalu mengeluh dengan kondisi jalan yang penuh lumpur, apalagi saat hujan begini kami dangat setengah mati kalau mau ke labuan Bajo, demikian juga kalau ada orang yang datang beli kayu jati di Lambur, sangat susah. Terpaksa harus jalan kaki, karena kalau paksa bawa motor tidak bisa”.

Walau begitu, hari ini kami semua legah, karena sudah agak mendingan, walaupun belum terlalu maksimal tetapi setidaknya jalan ini tidak terlalu parah seperti sebelumnya”, ucapnya.

Kondisi jalan sudah diperbaiki di                       kampung Lambur

Yang walaupun selama proses pengerjaan berjalan, begitu banyak hambatan, namun dengan semangat kebersamaan warga yang di pimpin oleh Babinsa dan Tu’a Adat, semuanya bisa teratasi”.

Budi mengaku, bahwa sebelumnya sudah ada upayah dari pemerintah Desa untuk membahas soal jalan ini, namun dengan anggaran keuangan Desa yang tidak cukup sehingga lebih mengutamakan pembangunan jalan tani.

“Selama ini juga berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Desa Tiwu Nampar, hanya saja dengan kondisi keuangan Desa yang tidak cukup, apalagi banyak skala prioritas yang mesti di bangun, misalkan jalan tani. Sehingga dana desa belum bisa dikucurkan untuk pembangunan jalan menuju kampung lambur ini.

Harapannya semoga pemerintah Daerah kabupaten Manggarai Barat, dapat melihat kegiatan swadaya ini. Sehingga kedepannya ada perhatian untuk menindak lanjut dari pada hari ini”, Imbuhnya.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *