*Seribu Lilin Menyala di Waterfront Labuan Bajo, Beny Nurdin: Doa Umat Menggema untuk Korban Kapal Putri Sakinah*

Labuan Bajo,Bajo Pedia.com,– Suasana haru dan penuh doa menyelimuti kawasan Waterfront City Labuan Bajo, Jumat malam (2/1/2026). Ribuan umat Katolik Keuskupan Labuan Bajo menggelar doa Rosario bersama dan aksi menyalakan seribu lilin sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, tepat tujuh hari pasca-tenggelamnya Kapal Putri Sakinah.

Kegiatan rohani ini dipimpin oleh Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Labuan Bajo, RD. Hermen Sanusi, serta dihadiri para imam, suster, biarawan-biarawati, dan umat dari berbagai paroki. Doa dipanjatkan secara khusus bagi tiga warga negara Spanyol yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Aksi ini merupakan wujud dukungan moril dan doa umat Keuskupan Labuan Bajo bagi keluarga korban. Kita memohon pertolongan Tuhan agar saudara-saudari kita yang masih hilang segera ditemukan,” ujar RD. Hermen Sanusi dalam renungannya.

Selain mendoakan para korban, umat juga memanjatkan doa bagi seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari tim SAR, TNI-Polri, KSOP, penyelam profesional, hingga relawan yang terus berjibaku di tengah kondisi laut yang menantang.

Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Beny Nurdin, memberikan apresiasi atas aksi solidaritas yang dilakukan umat Katolik tersebut. Ia menilai kegiatan doa bersama ini mencerminkan kepedulian dan empati masyarakat Labuan Bajo terhadap tragedi kemanusiaan.

“Atas nama DPRD Kabupaten Manggarai Barat, saya menyampaikan duka mendalam sekaligus apresiasi kepada umat yang telah menunjukkan solidaritas kemanusiaan. Tragedi ini harus menjadi refleksi bersama agar aspek keselamatan pelayaran dan wisata bahari semakin diperketat,” tegas Beny Nurdin.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim penyelamat yang terus melakukan pencarian meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.

“Kami berharap seluruh petugas diberikan kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Pemerintah daerah akan terus mendorong koordinasi lintas sektor demi keselamatan semua pihak,” tambahnya.

Kegiatan doa bersama ini berlangsung di tengah situasi cuaca yang tidak bersahabat. Berdasarkan surat pemberitahuan KSOP Kelas III Labuan Bajo Nomor 01/NTM-I/2026, aktivitas pelayaran di wilayah Selat Sape hingga Labuan Bajo ditutup sementara pada 2–6 Januari 2026 akibat potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Malam itu, Waterfront City yang biasanya menjadi pusat aktivitas wisata berubah menjadi ruang doa terbuka. Seribu lilin yang menyala menjadi simbol harapan dan persatuan masyarakat Labuan Bajo, bahwa di tengah duka mendalam, nilai kemanusiaan tetap menyala.

 

Penulis : Sahrul S Amran

Editor:Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *