WERANG, SANO NGGGOANG – Langit malam di Desa Golo Mbu, Kecamatan Sano Nggoang, seketika berubah menjadi lautan api yang estetik. Ribuan obor bambu yang dibawa oleh peserta pawai takbir keliling berhasil menyulap suasana ibu kota kecamatan tersebut menjadi pemandangan yang luar biasa, bahkan sinarnya seolah mengalahkan terangnya lampu listrik rumah-rumah warga.
​Perayaan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 H ini menjadi momentum pemersatu bagi seluruh keluarga besar umat Muslim di wilayah Werang,Golo Mbu,Kec.Sano Nggoang.
Semangat kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa tumpah ruah ke jalanan utama hingga ke gang-gang pemukiman.
​Kehadiran Tokoh dan Pengamanan Ketat,​Kegiatan yang berlangsung khidmat namun meriah ini turut dihadiri dan dipantau langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:Kapolsek Sano Nggoang beserta jajaran kepolisian,Kepala Desa Golo Mbu,Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang,Anggota Satpol PP,Para Tokoh Ulama setempat.
​Kehadiran aparat keamanan dan pemerintah setempat memastikan arus massa yang memadati jalanan tetap berjalan tertib meskipun kepadatan peserta membuat ruang gerak di jalanan Werang terasa sangat sempit.
Antusiasme Umat yang Luar Biasa,Satria Masir​,Sekretaris Panitia Takbiran Keliling Masjid Al-Hamid Werang mengungkapkan rasa syukurnya atas partisipasi masyarakat yang membludak. Beliau menyebutkan bahwa keterlibatan umat Muslim dalam takbiran tahun ini benar-benar di luar ekspektasi.
​”Kehadiran umat yang ikut serta malam ini sungguh luar biasa. Ini adalah wujud nyata kegembiraan dan kebersamaan kita dalam merayakan hari kemenangan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Pesan Penutup dari Pemimpin Redaksi,Di penghujung rute pawai, Pemimpin Redaksi yang hadir di lokasi turut memberikan apresiasi kepada seluruh umat Muslim. Beliau menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga semangat persaudaraan dan cahaya keimanan yang telah disimbolkan melalui ribuan obor malam ini agar tetap menyala dalam kehidupan sehari-hari setelah hari raya.
​Malam takbiran di Werang bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi budaya dan religi yang mempererat tali silaturahmi antarwarga di Desa Golo Mbu.
​
Penulis:Lois Halu
Editor:Redaksi












