Romo Soni Selatan, Pr. Pimpin Misa Perdana Kapela St. Yohanes Kaung Di Hari Minggu Palma


Manggarai Barat, Bajopedia.com,- Minggu Daun Palma yang menandai awal dari Pekan Suci dalam tradisi Katolik, merupakan momen yang penuh dengan makna rohani. Salah satu elemen yang khas dari perayaan ini adalah penggunaan daun palma, yang penting dalam tradisi umat Katolik.

Daun palma memiliki makna yang kaya dalam tradisi Katolik. Terutama karena disebutkan dalam Alkitab sebagai salah satu simbol kemenangan dan kejayaan.

Makna daun palma bagi umat Katolik melambangkan kesucian dan kebangkitan dalam tradisi Katolik. Di hari Minggu Palma, daun-daun palma diberkati dan dibawa oleh umat Katolik sebagai tanda penghormatan kepada Kristus yang memasuki Yerusalem.

Selain itu, daun palma juga mengingatkan umat akan kebangkitan Kristus dari kematian pada hari Paskah. Suatu peristiwa yang menandai kemenangan-Nya atas dosa dan kematian.

Menggunakan daun palma dalam perayaan Minggu Palma juga merupakan tanda kesediaan umat Katolik untuk mengikuti jejak Kristus dalam kesetiaan dan pengabdian. Daun-daun palma mengajarkan umat untuk mengikuti teladan Kristus.

Sebagai simbol kesucian, kemenangan, dan kesediaan untuk mengikuti jejak Kristus, daun palma menghadirkan makna yang mendalam dalam perayaan prapaskah. Mengingatkan semua umat akan kasih dan kuasa Kristus yang tak terbatas.

Bisa disimpulkan bahwa makna daun palma bagi umat Katolik sangat penting. Dengan membawa daun palma di momen Minggu Palma, umat Katolik menyatakan komitmen mereka untuk hidup sebagai murid Kristus yang setia.

Bagi Umat Stasi St. Yohanes Kaung, Paroki Lando Kecamatan Boleng, Perayaan Minggu daun tahun 2025 ini Penuh Sejarah dan kenangan yang tidak akan terhapuskan oleh ruang dan waktu. Mereka merasakan Begitu besar kasih Tuhan dengan menjawab semua doa umatnya atas kerinduannya untuk memiliki rumah ibadat meski sangat sederhana.

Stasi yang sudah berdiri tahun 2023 Silam, baru berhasil mendirikan Kapela Sederhana, atas berkat Tuhan lewat Umat Stasi Kaung, Pastor Paroki, dan Para Donatur tentunya.

Sehingga tepat di Hari Minggu Daun Palma ini Kapela St. Yohanes Kaung resmi digunakan.
Misa perdana dipimpin langsung Pastor Paroki Lando RM. Romo Soni Selatan, P.r.

Dalam khotbahnya Romo Soni meminta supaya semua orang menjadikan momen Minggu daun Palma ini untuk intropeksi diri, dan berkenan menjadi corong dalam mewartakan cinta kasih terhadap sesama.

Perjuangan umat luar biasa, meskipun belum tuntas hari ini boleh di gunakan. Ini sungguh luar biasa mujizat Tuhan. Kata Romo Soni. Ret.**

Reporter. Wald Bait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *