Penuh Haru dan Syukur, Sr. Maria Yosephina SSpS Rayakan 25 Tahun Hidup Membiara di Genggo: “Aku Mengasihi Engkau” SANO NGOANG, BAJOPEDIA.COM– Suasana haru dan sukacita menyelimuti Kapel Santa Maria Immaculata di Genggo, Sabtu (12/7/2025), ketika umat, imam, dan biarawan-biarawati dari berbagai penjuru berkumpul dalam perayaan syukur Pesta Perak Hidup Membiara Sr. Maria Yosephina, SSpS. Dengan penuh khidmat, ratusan orang menghadiri Misa Syukur untuk memperingati 25 tahun pengabdian Sr. Maria Yosephina atau yang akrab disapa Sr. Wati dalam hidup membiara bersama Kongregasi Suster-Suster Misi Abdi Roh Kudus (SSpS). Perayaan ini tidak hanya menjadi bentuk syukur atas perjalanan panggilan yang setia, tetapi juga menjadi inspirasi rohani bagi umat yang hadir. Motto yang diangkat dalam syukuran ini adalah kutipan penuh kasih dari Injil Yohanes: “Aku mengasihi engkau.” (Yohanes 21:15–19) Kutipan ini menjadi pengingat sekaligus cerminan perjalanan hidup Sr. Wati selama 25 tahun mengabdi sebuah jawaban atas panggilan cinta Tuhan yang dijalani dengan penuh komitmen, kesederhanaan, dan pengorbanan. Dihadiri Uskup dan 17 Imam, Pesta Perak Ini Jadi Momen Penuh Berkat Yang membuat momen ini semakin istimewa adalah kehadiran Bapa Uskup, didampingi oleh 17 imam, puluhan suster dari berbagai kongregasi, serta umat dari wilayah sekitar yang datang dengan sukacita dan antusiasme tinggi. Misa Kudus dipimpin secara meriah dan penuh kekhusyukan. Alunan paduan suara dari para suster dan umat membuat suasana semakin menyentuh hati. Dalam homilinya, Bapa Uskup menekankan betapa panggilan hidup religius merupakan bentuk kasih yang mendalam kepada Allah dan sesama. “25 tahun bukan waktu yang singkat. Ini adalah buah dari cinta yang terus bertumbuh dalam kesetiaan. Sr. Wati telah menunjukkan kepada kita bahwa hidup membiara bukan tentang meninggalkan dunia, tapi tentang memberikan diri secara utuh untuk melayani,” ujar Uskup dalam khotbahnya. Panitia Ungkap Rasa Syukur dan Harapan Akan Lahirnya Panggilan Baru Dalam sambutannya, Ketua Panitia Marselinus Harsoni menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas lancarnya acara ini. Ia menggarisbawahi bahwa terlaksananya perayaan ini adalah hasil dari kerja sama semua pihak. “Yang pertama, kita bersyukur karena hari ini Tuhan mengizinkan kita merayakan momen rahmat ini. Ini adalah buah dari doa dan kerja sama seluruh komponen umat dan panitia,” ucap Marselinus saat memberikan sambutan. Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa perayaan ini diharapkan mampu menggugah dan membangkitkan semangat panggilan hidup religius, khususnya bagi para putri muda yang hadir. “Kami berharap, semangat Sr. Maria Yosephina, SSpS menjadi teladan yang menginspirasi. Semoga ke depan akan lahir lagi panggilan-panggilan baru yang mengikuti jejak Sr. Wati,” tambahnya. Sr. Wati: Semua Ini Karena Kasih Tuhan Di akhir perayaan, Sr. Maria Yosephina menyampaikan sepatah kata dengan suara bergetar menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan betapa perayaan ini bukan tentang dirinya, tapi tentang kasih Tuhan yang bekerja dalam dirinya selama 25 tahun terakhir. “Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini. Semua ini karena kasih Tuhan. Terima kasih atas doa dan dukungan semua orang. Saya hanya alat kecil di tangan-Nya, dan saya bersyukur bisa terus berjalan dalam panggilan ini,” tutur Sr. Wati dengan penuh ketulusan. Perayaan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana namun penuh kehangatan, di mana umat dan para tamu dapat bersalaman, menyampaikan selamat, dan menikmati kebersamaan dalam sukacita. 25 Tahun Bukan Akhir, Tapi Awal Baru untuk Melayani Lebih Dalam Perjalanan 25 tahun Sr. Maria Yosephina, SSpS adalah bukti nyata bahwa hidup membiara adalah panggilan istimewa yang ditopang oleh cinta, doa, dan kesetiaan. Di tengah dunia yang semakin berubah, kehadiran seorang religius seperti Sr. Wati menjadi pelita yang menerangi jalan banyak orang. Hari itu, Genggo bukan hanya menjadi tempat syukuran, tetapi juga menjadi tanah subur bagi tumbuhnya panggilan-panggilan baru yang akan datang. Selamat merayakan Pesta Perak, Sr. Maria Yosephina, SSpS. Terima kasih telah setia mengasihi Tuhan dan sesama dengan hati, hidup, dan seluruh karya.

Penuh Haru dan Syukur, Sr. Maria Yosephina SSpS Rayakan 25 Tahun Hidup Membiara di Genggo: “Aku Mengasihi Engkau”

SANO NGOANG, BAJOPEDIA.COM– Suasana haru dan sukacita menyelimuti Kapel Santa Maria Immaculata di Genggo, Sabtu (12/7/2025), ketika umat, imam, dan biarawan-biarawati dari berbagai penjuru berkumpul dalam perayaan syukur Pesta Perak Hidup Membiara Sr. Maria Yosephina, SSpS.

Dengan penuh khidmat, ratusan orang menghadiri Misa Syukur untuk memperingati 25 tahun pengabdian Sr. Maria Yosephina atau yang akrab disapa Sr. Wati dalam hidup membiara bersama Kongregasi Suster-Suster Misi Abdi Roh Kudus (SSpS).

Perayaan ini tidak hanya menjadi bentuk syukur atas perjalanan panggilan yang setia, tetapi juga menjadi inspirasi rohani bagi umat yang hadir.

Motto yang diangkat dalam syukuran ini adalah kutipan penuh kasih dari Injil Yohanes:

“Aku mengasihi engkau.” (Yohanes 21:15–19)

Kutipan ini menjadi pengingat sekaligus cerminan perjalanan hidup Sr. Wati selama 25 tahun mengabdi sebuah jawaban atas panggilan cinta Tuhan yang dijalani dengan penuh komitmen, kesederhanaan, dan pengorbanan.

Dihadiri Uskup dan 17 Imam, Pesta Perak Ini Jadi Momen Penuh Berkat

Yang membuat momen ini semakin istimewa adalah kehadiran Bapa Uskup, didampingi oleh 17 imam, puluhan suster dari berbagai kongregasi, serta umat dari wilayah sekitar yang datang dengan sukacita dan antusiasme tinggi.

Misa Kudus dipimpin secara meriah dan penuh kekhusyukan. Alunan paduan suara dari para suster dan umat membuat suasana semakin menyentuh hati. Dalam homilinya, Bapa Uskup menekankan betapa panggilan hidup religius merupakan bentuk kasih yang mendalam kepada Allah dan sesama.

“25 tahun bukan waktu yang singkat. Ini adalah buah dari cinta yang terus bertumbuh dalam kesetiaan. Sr. Wati telah menunjukkan kepada kita bahwa hidup membiara bukan tentang meninggalkan dunia, tapi tentang memberikan diri secara utuh untuk melayani,” ujar Uskup dalam khotbahnya.

Panitia Ungkap Rasa Syukur dan Harapan Akan Lahirnya Panggilan Baru

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Marselinus Harsoni menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas lancarnya acara ini. Ia menggarisbawahi bahwa terlaksananya perayaan ini adalah hasil dari kerja sama semua pihak.

“Yang pertama, kita bersyukur karena hari ini Tuhan mengizinkan kita merayakan momen rahmat ini. Ini adalah buah dari doa dan kerja sama seluruh komponen umat dan panitia,” ucap Marselinus saat memberikan sambutan.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa perayaan ini diharapkan mampu menggugah dan membangkitkan semangat panggilan hidup religius, khususnya bagi para putri muda yang hadir.

“Kami berharap, semangat Sr. Maria Yosephina, SSpS menjadi teladan yang menginspirasi. Semoga ke depan akan lahir lagi panggilan-panggilan baru yang mengikuti jejak Sr. Wati,” tambahnya.

Sr. Wati: Semua Ini Karena Kasih Tuhan

Di akhir perayaan, Sr. Maria Yosephina menyampaikan sepatah kata dengan suara bergetar menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan betapa perayaan ini bukan tentang dirinya, tapi tentang kasih Tuhan yang bekerja dalam dirinya selama 25 tahun terakhir.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini. Semua ini karena kasih Tuhan. Terima kasih atas doa dan dukungan semua orang. Saya hanya alat kecil di tangan-Nya, dan saya bersyukur bisa terus berjalan dalam panggilan ini,” tutur Sr. Wati dengan penuh ketulusan.

Perayaan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana namun penuh kehangatan, di mana umat dan para tamu dapat bersalaman, menyampaikan selamat, dan menikmati kebersamaan dalam sukacita.

25 Tahun Bukan Akhir, Tapi Awal Baru untuk Melayani Lebih Dalam

Perjalanan 25 tahun Sr. Maria Yosephina, SSpS adalah bukti nyata bahwa hidup membiara adalah panggilan istimewa yang ditopang oleh cinta, doa, dan kesetiaan. Di tengah dunia yang semakin berubah, kehadiran seorang religius seperti Sr. Wati menjadi pelita yang menerangi jalan banyak orang.

Hari itu, Genggo bukan hanya menjadi tempat syukuran, tetapi juga menjadi tanah subur bagi tumbuhnya panggilan-panggilan baru yang akan datang.

Selamat merayakan Pesta Perak, Sr. Maria Yosephina, SSpS.

Terima kasih telah setia mengasihi Tuhan dan sesama dengan hati, hidup, dan seluruh karya.

Penulis:LH

Editor:Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *