
MANGGARAI-Bajopedia.com – Aksi pencurian ternak babi kembali terjadi di Desa kajong, kecamatan Reok Barat, kabupaten Manggarai, pada jumat 4 april 2025, sejumlah ternak babi milik warga hilang.
Simon Osong (44) salah satu peternak babi asal kampung Jong Desa Kajong mengatakan peristiwa ini diketahui saat dirinya hendak memberikan pakan babi peliharaanya pada hari jumat pagi. Tiba-tiba 2 ekor babi miliknya hilang dari kandang.
“Saya mau kasi makan babi, saya kaget lihat begini tiba-tiba babi saya sebanyak 2 ekor hilang dan saya melihat bekas kaki manusia ini pencuri”, Ucap Simon.
Simon mengatakan, bahwa dirinya sangat resah dengan merajalelanya aksi pencurian ternak miliknya yang tiba-tiba hilang dari kandang.
Simon menduga, aksi pencurian ini bukan orang sembarang, ini pencuri profesional, tuturnya kepada media ini melalui telepon WhatsApp, pada senin (7/4/2025) malam.
Dikatakan pencuri profesional, karena saat aksi berlangsung, babi induk yang berada dalam satu kandang dengan babi yang hilang itu, tidak bersuara.
“Saat itu babi induk tidak bersuara, padahal satu kandang hanya disekat dengan kayu, biasanyakan bersuara kalau melihat anaknya dibawa pergi tapi ini tidak, filing saya ini bukan pencuri biasa ini pencuri profesional” jelasnya.
Diwaktu yang sama, salah satu warga kampung Wae Kuli bernasib sama, satu ekor babi miliknya hilang tanpa jejak.
Dari kejadian ini, warga menduga bhwa aksi pencurian ini berkelompok dan target mereka adalah ternak babi.
Sementara itu, Simon mengatakan “tiga hari setelah kejadian yang menimpa dirinya namun terjadi lagi di kampung Kajong pada senin (7/4/25) sekitar pukul 21:00 Wita.
“Tadi malam di kajong juga,sekitar jam 9 malam babinya pak lius mujur dilepas lagi oleh pencuri itu, sedikit lagi mau bawa kabur tapi dilepas lagi karena hampir kedapatan oleh pemilik”.
Aksi pencurian ini membuat warga tidak bisa tenang, kami tinggalkan kerjaan lain demi ternak peliharaan namun sangat menyedihkan tiba-tiba ternak peliharaan hilang dari kandang”, keluhnya.
Lanjut Simon “Warga di Desa ini sangat khawatir, akan terjadi lagi aksi serupa di waktu yang akan datang”.
Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Reok Barat agar selalu berwaspada karena aksi brutal pencurian ternak babi sudah merajalela”, pungkasnya”.***












