Manggarai Barat, Bajopedia.Com,– Akhir-akhir ini masyarakat Manggarai Barat di hebohkan dengan kehadiran salah satu Organisasi yang di duga merupakan Organisasi Bodong yang mengunjungi beberapa Desa di Manggarai Barat-NTT. Kehadiran dari organisasi Bodong ini diduga salah satu mudus baru penipuan di masyarakat.

Berdasarkan sumber yang di peroleh dari media ini bahwa kehadiran organisasi itu diduga salah satu modus penipuan baru di tengah masyarakat dengan cara melakukan kunjunga beberapa desa untuk lakukakan sosialisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Tak tanggung-tanggung dari sumber yang di peroleh media ini, tiap Kepala keluarga (KK) memberikan uang administrasi sebesar 200.
“Tahun 2024 sekelompok orang datang ke Desa Kami, dengan membawa nama Organisasi. Tujuan mereka datang ke Desa kami untuk mensosialisasikan salah satu program pemerintah dengan nama programnya RTLH, tentu kehadiran dari mereka ini sangat membantu kami di Desa. Kami menganggap bahwa ini murni program pemerintah. Apalagi setau kami kalo program RTLH itukan memang betul milik pemerintah, sehingga pada saat itu kami menerima kehadiran mereka itu langsung di kantor Desa,” ujar dari salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Ia melanjutkan, pada saat mereka datang di kantor, kami menerima mereka secara budaya Manggarai, kalo saya tidak salah ingat waktu itu, kami menerima mereka dengan tuak kapu, 1 botol bir, 1 ayam kampung dan juga uang lepang dalam istilah Manggarai. Dan saat itu mereka makan siang di kantor kami, dan setelah mereka pulang kami memberikan mereka juga uang bensin.
“Untuk saya punya total kerugian hampir empat [4] juta om, belum tau juga yang lain. Karena saat itu, berdasarkan laporan dari warga mereka terakhir datang foto rumah dan minta uang 200 ribu per kepala keluarga (KK). Tingal di kalikan saja di desa saya itu 40 kepala keluarga (KK), di kali 200 jadinya berapa,” jelas sumber melalui pesan WhatsApp
Hal yang sama juga yang di sampaikan oleh Sumber yang berinisial R melalui pesan WhatsApp pada,[9/1/2025] yang menjelaskan bahwa di Desa kami juga pola yang sama mereka lakukan, ” Organisasi itu ke kantor Desa kami kurang lebih kalo saya tidak salah ingat ada empat [4] orang dengan tujuan untuk mensosialisasikan salah satu program pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nama program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tentu dengan kehadiran program itu kami atas nama pemerintah Desa sangat senang. Dan saat itu juga kami mengumpulkan Masyarakat kami untuk mendengar langsung sosialisasi yang mereka sampaikan,” ujar R
R menambahkan bahwa mereka itu dari “Organisasi Mitra Mandiri, atas nama Ibu M. Menurut pengakuannya dia Ketua wanita Mandiri Mabar. pertiwi Mabar. Hampir puluhan kades yang jadi korban penipuan. 3 juta lebih hanang daku lite toe baen ata urus de keluarga gia se ho (3 juta lebih hanya saya, tidak tau yang di urus oleh keluarganya disini).” Tutup R
Kehadiran Organisasi Mitra Mandiri yang di ketuai oleh M diduga merupakan jenis penipuan baru di tengah masyarakat.
Berdasarkan aduan dari sumber tersebut, tim media ini melakukan investigasi terkait keberadaan Organisasi tersebut.
Dari hasil investigasi Tim Infotimur.id, belum menemukan keberadaan kantor Organisasi tersebut, yang diduga bermitra dengan balai perumahan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Hingga berita ini di turunkan tim Media ini berusaha melakukan konfirmasi melalui nomor WhatsApp dari organisasi dan juga Balai perumahan Rakyat di provinsi Nusa Tenggara Timur. Namum nomor yang di hubungi oleh tim media melalui pesan WhatsApp masih contreng satu.**
Penulis: Bajo Pedia












