Mengenal Albertus Elson, Sosok di Balik Masifnya Rumah Subsidi di Labuan Bajo๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

LABUAN BAJO, BajoPedia.comโ€“ Di tengah pesatnya perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional, satu persoalan mendasar mulai muncul di balik kemajuan tersebut: semakin sulitnya masyarakat lokal mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau.

Pertumbuhan ekonomi yang cepat, meningkatnya investasi, serta lonjakan harga tanah membuat kepemilikan rumah menjadi tantangan besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak warga yang kini harus menghadapi realitas harga properti yang terus meningkat, sementara kebutuhan tempat tinggal tetap menjadi kebutuhan paling mendasar.

Di tengah situasi itu, seorang pengusaha lokal asal Labuan Bajo, Albertus Elson, memilih mengambil langkah berbeda. Melalui perusahaannya PT Bajo Indah Residence, ia mulai mengeksekusi pembangunan perumahan subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Manggarai Barat.

Bagi Albertus, proyek ini bukan sekadar bisnis properti. Ia mengaku langkah tersebut lahir dari rasa tanggung jawab sebagai putra daerah yang ingin berkontribusi bagi masyarakat tempat ia lahir dan besar.

โ€œSaya lahir dan besar di Labuan Bajo. Prinsip saya sederhana, yang penting ada untung, bukan soal berapa besar untungnya. Yang penting perusahaan tetap berjalan dan saya bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat,โ€ ujar Albertus.

Ia menilai pertumbuhan Labuan Bajo yang sangat cepat membawa dua sisi sekaligus: peluang ekonomi yang besar, tetapi juga tantangan sosial yang tidak kecil. Salah satu persoalan yang ia lihat sejak dini adalah meningkatnya kebutuhan hunian di tengah terbatasnya ketersediaan rumah yang terjangkau.

Menurut Albertus, jika kebutuhan hunian tidak mulai dipikirkan dari sekarang, Labuan Bajo berpotensi menghadapi persoalan pemukiman padat dan tidak teratur di masa depan.

Ia melihat perkembangan kos-kosan dan tempat tinggal sementara yang semakin menjamur sebagai tanda bahwa kebutuhan rumah di kawasan tersebut terus meningkat.

โ€œKalau kita tidak mulai memikirkan dari sekarang, pemukiman padat bisa menjadi masalah sosial terbesar Labuan Bajo pada tahun 2030 atau 2035,โ€ katanya.

Karena itu, ia memandang program rumah subsidi pemerintah sebagai peluang untuk membantu menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kota yang lebih tertata.

Program rumah subsidi sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut telah berjalan sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan target pembangunan satu juta rumah dan kini diperluas menjadi tiga juta rumah pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun di Labuan Bajo, tidak banyak pengembang yang tertarik menjalankan proyek rumah subsidi. Tingginya harga tanah, biaya material yang harus didatangkan dari luar daerah, serta tantangan logistik membuat proyek tersebut tidak selalu menarik dari sisi bisnis.

Meski demikian, Albertus justru melihatnya sebagai panggilan untuk ikut berkontribusi membangun daerah.

โ€œKalau bicara murni bisnis, mungkin banyak pengusaha tidak mau masuk. Tapi saya merasa ini juga tanggung jawab untuk ikut membangun Labuan Bajo,โ€ ujarnya.

Salah satu kawasan yang kini mulai dikembangkan berada di Lengkong Dange, Dusun Nanga Nae, Desa Macang Tanggar. Wilayah ini dinilai memiliki potensi untuk berkembang sebagai kawasan hunian baru karena berada di jalur utama menuju Kampung Menjaga serta memiliki akses yang relatif strategis.

Pengembangan kawasan tersebut dirancang tidak hanya menghadirkan rumah yang terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga membentuk permukiman yang lebih tertata sebagai bagian dari pertumbuhan Labuan Bajo di masa depan.

Selain Macang Tanggar, pengembangan perumahan juga direncanakan menjangkau beberapa wilayah Dimanggarai Barat seperti Rangko, Nggorang, Dan Lembor yang dinilai memiliki potensi menjadi kawasan permukiman baru.

Albertus memperkirakan kebutuhan rumah di Labuan Bajo saat ini mencapai sekitar 3.000 unit, terutama bagi generasi muda yang mulai membangun kehidupan keluarga mereka.

Menurutnya, memiliki rumah di Labuan Bajo tidak hanya soal tempat tinggal, tetapi juga memiliki nilai emosional bagi masyarakat Manggarai, baik yang tinggal di daerah maupun yang merantau.

โ€œBagi orang Labuan Bajo, rumah adalah kebutuhan primer. Tapi bagi orang Manggarai yang merantau, punya rumah di Labuan Bajo juga menjadi kebanggaan,โ€ katanya.

Karena itu, ia berharap proyek yang dijalankannya dapat menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

โ€œSaya ingin menjadi tempat dimana orang bisa menitipkan harapannya utk memiliki rumah di kota Labuan Bajo,โ€ ujarnya.

Melalui PT Bajo Indah Residence, Albertus menargetkan pembangunan 200 unit rumah subsidi pada tahap awal, dengan potensi pengembangan hingga 400 unit rumah di sejumlah kawasan penyangga kota.

Program rumah subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan. Tidak hanya pekerja formal, masyarakat yang memiliki usaha kecil seperti pedagang juga memiliki kesempatan untuk mengajukan kepemilikan rumah melalui skema ini.

Proses pengajuannya pun relatif sederhana. Untuk tahap awal, calon pembeli hanya perlu menyiapkan KTP sebagai syarat verifikasi awal oleh pihak bank.

โ€œKalau BI checking-nya lolos, baru dilanjutkan ke proses berikutnya seperti slip gaji atau dokumen lainnya,โ€ jelas Albertus.

Calon pembeli cukup membayar DP Rp. 1.850.000, kepada pengembang. sedangkan proses pembiayaan selanjutnya dilakukan melalui bank.

Sebelum menjalankan proyek rumah subsidi, PT Bajo Indah Residence juga telah mengembangkan Perumahan Harapan Indah Residence di kawasan Golo Koe yang terdiri dari 27 unit rumah, dilengkapi empat ruko dan satu kolam renang.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal bagi perusahaan untuk mengembangkan proyek perumahan berikutnya di Labuan Bajo.

Bagi Albertus, pembangunan rumah subsidi bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

โ€œRumah adalah kebutuhan dasar manusia. Kalau saya bisa membantu banyak orang memiliki rumah di Labuan Bajo, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri,โ€ ujarnya.

Masyarakat Manggarai Barat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut maupun melakukan pendaftaran program rumah subsidi ini dapat menghubungi layanan konsultasi pengembang melalui nomor 0811-3810-465.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *