Lautan Umat Sambut Mgr. Maksimus Regus dalam Misa Minggu Palma di Paroki Santu Klaus Werang๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

WERANG โ€“ Suasana meriah dan penuh khidmat menyelimuti Gereja Paroki Santu Klaus Werang pada Minggu (29/03/2026). Ribuan umat Katolik tumpah ruah merayakan Misa Minggu Palma yang istimewa karena dihadiri langsung oleh Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Perarakan dan Penyambutan yang Luar Biasa.Titik awal kemeriahan dimulai dari depan Kantor Camat Sano Nggoang. Di sana, prosesi perarakan pengambilan daun palma dimulai.

Pastor Paroki Santu Klaus Werang, Romo Servulus Juanda, Pr, bersama ribuan umat memberikan penyambutan yang sangat luar biasa kepada Bapak Uskup.

Sambil melambaikan daun palma, umat mengiringi perjalanan menuju gereja, mengenang peristiwa Yesus memasuki kota Yerusalem.

Antusiasme umat tidak terbendung; tidak hanya umat dari Paroki Werang, namun banyak juga umat dari paroki tetangga yang sengaja datang untuk mengikuti misa bersejarah ini.

Salah satu umat yang hadir menyampaikan rasa syukurnya. “Sangat luar biasa hari ini. Kehadiran Bapak Uskup memberikan semangat baru bagi kami di Werang untuk memasuki Pekan Suci dengan hati yang bersih,” ujarnya kepada Bajo Pedia.com.

Gereja Penuh Sesak hingga Aula Serbaguna. Kapasitas gereja nampaknya tak lagi mampu menampung ledakan jumlah umat yang hadir. Pantauan di lokasi menunjukkan:Bagian dalam gereja penuh sesak. Sisi kiri, kanan, hingga area depan pintu masuk dipadati umat,juga Aula serbaguna paroki terisi penuh (full). Banyak umat yang rela berdiri hingga misa selesai karena kehabisan kursi dan bangku.

Kemeriahan liturgy semakin terasa berkat iringan Paduan Suara (Kor) dari siswa-siswi SMA Negeri 2 Sano Nggoang. Mereka membawakan lagu-lagu pilihan yang selaras dengan nuansa Minggu Palma, menambah kekhusyukan ibadah,Suasana ibadah semakin semarak dengan iringan Paduan Suara tersebut mereka berhasil membawakan atmosfer Minggu Palma dengan sangat luar biasa

Pesan Mendalam Bapak Uskup. Dalam khotbahnya, Mgr. Maksimus Regus menyatakan rasa bahagia dan apresiasinya atas penerimaan serta kehadiran umat yang begitu masif. Beliau menekankan bahwa Minggu Palma adalah pintu masuk menuju Pekan Suci.

Bapak Uskup memberikan pesan kuat kepada seluruh umat: “Kehadiran kita jangan hanya menjadi lambang atau rutinitas tahunan. Umat harus memahami arti datang ke gereja dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai iman tersebut dalam kehidupan bermasyarakat di mana saja.”

Beliau mengibaratkan kehadiran umat yang begitu besar di Minggu Palma ini seperti sebuah benda yang diselimuti oleh kasih karunia, yang harus terpancar keluar dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan sekadar simbolis semata.

Mengenal Minggu Palma dan Makna Daun Palma. esensi hari raya ini: Dalam agama Katolik, Minggu Palma adalah hari peringatan peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum Ia disalibkan. Ini merupakan hari pembuka Pekan Suci yang akan memuncak pada Hari Raya Paskah.

Minggu Palma menggabungkan dua sisi: perayaan kemenangan (saat Yesus dielu-elukan sebagai Raja) dan persiapan menuju penderitaan-Nya.

Makna Daun Palma. Lambang Kemenangan: Pada zaman kuno, daun palma digunakan untuk menyambut pahlawan atau raja yang menang perang. Dalam iman Katolik, ini melambangkan kemenangan Yesus atas dosa dan maut.

Lambang Kedamaian: Yesus datang bukan sebagai raja perang dengan kuda, melainkan Raja Damai yang rendah hati.

Kesetiaan: Daun palma yang dibawa pulang dan disimpan di salib rumah pengingat bagi umat untuk tetap setia mengikuti Kristus, bahkan saat harus memikul salib kehidupan.

 

Penulis:Lois Halu

Editor:Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *