*Figur Muda, Yang Juga Seorang Pengacara di Manggarai Barat yang Tetap Lestarikan Budaya Tarian Caci*

Rekas, Manggarai Barat – Ditengah derasnya arus modernisasi, seorang figur muda bernama Muhammad Tony, yang berprofesi sebagai pengacara, tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap budaya. Ia hadir sekaligus menjadi peserta dalam atraksi caci pada perayaan 100 tahun Gereja Paroki Rekas, yang diselenggarakan Kamis, 02/10/2025.

Keterlibatan Tony dalam ajang budaya ini menjadi perhatian banyak orang, mengingat profesinya yang lekat dengan dunia hukum tidak membuatnya jauh dari akar tradisi Manggarai.

Saat ditemui usai atraksi, Tony mengungkapkan motivasinya.

“Saya hadir karena caci bukan sekadar tarian perang, tetapi identitas kita sebagai orang Manggarai. Di tengah kesibukan sebagai pengacara, saya merasa terpanggil untuk tetap terlibat. Ini bentuk rasa hormat saya terhadap leluhur sekaligus cara menjaga warisan budaya kita agar tidak punah,” jelasnya.

Terkait perasaannya bisa tampil di momentum bersejarah tersebut, Tony menyampaikan kebanggaannya.

“Perasaan saya sangat luar biasa. Bisa ikut caci di perayaan satu abad Paroki Rekas adalah kehormatan tersendiri. Apalagi di hadapan ribuan umat, saya merasa budaya ini benar-benar menyatukan kita,” katanya.

Namun, momen itu juga diwarnai insiden ketika Lawe Lenggong, salah satu legenda caci asal Kempo, terkena cambukan di bagian muka. Menanggapi hal tersebut, Tony memberikan apresiasi sekaligus harapan.

“Kejadian itu bagian dari dinamika caci. Saya salut kepada bapak Lawe Lenggong yang tetap menunjukkan jiwa sportivitas dan semangat pantang menyerah. Beliau adalah teladan bagi generasi muda bahwa caci bukan soal menyakiti, melainkan soal kehormatan dan persaudaraan,” ujarnya.

Di akhir, Tony menyampaikan pesan khusus bagi masyarakat Manggarai, terutama anak-anak muda.

“Mari kita cintai budaya kita sendiri. Jangan malu atau merasa ketinggalan zaman. Justru dengan melestarikan caci, kita menunjukkan siapa kita di tengah dunia yang terus berubah. Anak muda Manggarai harus berani berdiri di garis depan menjaga identitas ini,” pungkasnya.

 

Penulis:Tim

Editor:Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *