LABUAN BAJO, BAJOPEDIA.COM —Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata di Labuan Bajo tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, dibutuhkan kerja kolaboratif dan solutif dari berbagai elemen masyarakat agar pengembangan pariwisata bisa memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Hal itu disampaikan Bupati Edi saat membuka Seminar Nasional bertema “Duc in Altum: Jaring Gagasan, Tawarkan Solusi Tata Kelola Pembangunan Pariwisata Prioritas Labuan Bajo” yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (21/6/2025).
Seminar ini diprakarsai oleh gabungan organisasi masyarakat Katolik, seperti PATRIA, Pemuda Katolik, ISKA, PMKRI, dan WKRI cabang Manggarai Barat, Labuan Bajo.
“Mari kita semua bekerja kolaboratif, cerdas, solutif, dan elegan. Kita harus tempatkan rakyat sebagai subjek dan objek pembangunan pariwisata itu sendiri,” kata Bupati Edi dalam sambutannya.
Bupati Edi juga mengaku bersyukur karena forum ini turut dihadiri perwakilan dari pemerintah pusat, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, serta sejumlah tokoh nasional yang bergabung secara daring melalui Zoom.
“Kami sangat senang karena forum ini juga dihadiri teman-teman dari kementerian. Kita harus gotong royong agar bonum commune atau kebaikan bersama itu benar-benar bisa diwujudkan. Rakyat harus merasakan bahwa negara hadir di tengah mereka,” tambahnya.
Bupati Apresiasi Panitia dan Dorong Diskusi Konstruktif
Di hadapan para peserta, Bupati Edi memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara seminar nasional yang dinilainya telah menjalankan tugas dengan cara yang elegan dan produktif.
“Lagi-lagi saya ucapkan terima kasih kepada panitia. Ini cara yang sangat elegan, seminar seperti ini melahirkan rekomendasi-rekomendasi penting. Mari kita budayakan cara-cara konstruktif, karena pemerintah butuh pikiran-pikiran cerdas dan solutif dari berbagai elemen masyarakat,” ungkap Edi.
Seminar Nasional Hadirkan Sejumlah Narasumber Penting
Setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Manggarai Barat, seminar nasional ini dilanjutkan dengan dua sesi diskusi yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang.
Sesi Pertama:
Rober Na Endi Jaweng, Anggota Ombudsman RI, membawakan materi tentang pentingnya pengawasan kebijakan publik agar berpihak pada masyarakat lokal.
Frans Teguh, Plt. Direktur BPOLBF dan perwakilan Kementerian Pariwisata, memaparkan program unggulan pengembangan industri pariwisata di destinasi super prioritas Labuan Bajo.
Fransiskus S. Sodo, Sekretaris Daerah Manggarai Barat, membawakan strategi penggalian potensi bahari untuk peningkatan PAD.
Ade Suharso, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, menjelaskan strategi pengelolaan pariwisata berbasis lingkungan.
Sesi Kedua:
Ign. Kikin Tarigan, Pimpinan Komisi Nasional Disabilitas, menyampaikan materi tentang upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam pembangunan.
Gustaf Tamo Mbapa, Ketua DPP PATRIA, menyoroti peran ormas Katolik dalam pembangunan nasional.
Wahyuaji Munarwiyanto, General Manager The Golo Mori dari ITDC, menyampaikan program unggulan industri pariwisata di kawasan super prioritas.
Susana Kandaimu, Ketua Presidium Pusat PMKRI, membahas peluang dan tantangan kader Katolik menuju Indonesia Emas 2045.
Dihadiri Tokoh Masyarakat dan Organisasi Katolik
Seminar ini juga dihadiri berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan organisasi Katolik, pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya. Hadir pula alumni dan kader dari PATRIA, Pemuda Katolik, ISKA, PMKRI, dan WKRI yang ikut aktif berdiskusi dan memberikan masukan.
Acara ini menjadi wadah penting untuk menyatukan gagasan serta mengedepankan solusi konkret demi kemajuan sektor pariwisata Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas Nasional.
Penulis: Tim
Editor: LH|Redaksi












