100 Tahun Paroki Rekas Diledakkan dengan Turnamen Sepak Bola: ASKAB Tegaskan Ini Bukan Sekadar Pertandingan!


REKAS, BAJOPEDIA.COM – Dentuman semangat meledak di lapangan Rekas, Minggu (3/8/2025), saat pertandingan pembuka Yubileum Cup resmi digelar. Tapi jangan salah sangka ini bukan sekadar turnamen sepak bola. Ini adalah perayaan iman, sejarah, dan kebersamaan yang telah dibangun selama satu abad oleh Gereja Paroki Rekas. Dan atmosfernya? Membara!

Ketua ASKAB Marianus Yono Jehanu tampil di hadapan ribuan umat dan warga dengan pesan yang menggugah. Ia menyebut turnamen ini sebagai bentuk “penghormatan suci” atas 100 tahun perjalanan pelayanan Gereja di Rekas. Lebih dari sekadar adu strategi dan gol, turnamen ini adalah simbol dari daya tahan iman dan semangat kolektif umat.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan pertandingan sepak bola. Hari ini kita rayakan 100 tahun pelayanan Gereja Paroki Rekas yang terus hidup dan menyala. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, terutama Ketua Umum Pelaksana. Ini kerja luar biasa untuk sebuah momen luar biasa,” tegas Marianus dalam sambutan penuh energi.

32 Tim Siap Bertarung, Tapi Pesan Toleransi Jadi Titik Utama

Sebanyak 32 tim dari berbagai wilayah dipastikan ambil bagian dalam turnamen ini. Namun Ketua ASKAB Manggarai Barat mengingatkan, kemenangan sejati bukan di papan skor, tapi dalam cara kita menjaga nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan silaturahmi sepanjang turnamen berlangsung.

“Kita harus jaga semangat kebersamaan, seperti yang tadi sudah disampaikan Ketua Panitia dan Ketua DPR. Mari kita jadikan momen ini sebagai pesta iman, bukan ajang gesekan,” ujarnya.

Tokoh-Tokoh Politik dan Budaya Padati Lapangan Rekas

Acara pembukaan Yubileum Cup juga dipenuhi tokoh-tokoh penting daerah. Ketua DPRD Manggarai Barat Benidiktus Nurdin hadir bersama Anggota DPRD dari Fraksi NasDem Yovita Dewi Suriany dan Kepala Dinas Pariwisata Stefan Jemsifori. Semua berdiri bersama umat, menyaksikan dimulainya pertandingan dengan ekspresi penuh bangga.

Yang tak kalah menarik, penampilan seni drum band dari SMP Mutiara Rekas membuka acara dengan dentuman ritmis yang menggetarkan. Disusul tarian-tarian daerah yang menggambarkan kekayaan budaya lokal dan menghidupkan suasana.

Rekas Bergelora, Yubileum Bukan Sekadar Ulang Tahun

Warga Rekas tumpah ruah ke lapangan. Anak-anak kecil berlari di pinggir lapangan, para ibu duduk beralaskan tikar sambil membawa makanan dari rumah, dan para bapak serius mengikuti jalannya pertandingan pembuka. Semua hadir dalam satu semangat: menyatu dalam syukur dan pesta rakyat.

“Ini bukan ulang tahun biasa. Ini Yubileum. Ini sejarah. Kami bangga jadi bagian dari Paroki Rekas,” ungkap seorang warga yang rela datang dari desa tetangga sejak pagi hari.

Turnamen ini dipastikan akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Dengan antusiasme masyarakat yang menggelegak, Paroki Rekas tidak hanya merayakan masa lalu tapi juga menyalakan api baru untuk masa depan.

Sepak bola menjadi altar. Lapangan jadi saksi. Dan 100 tahun itu dirayakan tidak dengan hening tapi dengan gegap gempita yang mengguncang tanah Rekas.

Penulis: Tim
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *