LABUAN BAJO, BAJOPEDIA.COM– Pertunjukan budaya Caci yang digelar di Kampung Wersawe, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (25/7/2025) siang, mendapat sambutan positif, tak hanya dari masyarakat lokal tetapi juga dari turis mancanegara.
Seorang turis perempuan asal Australia, yang diketahui berinisial Clara, menyampaikan rasa bangga dan kagumnya setelah menyaksikan langsung pertunjukan tarian Caci yang ditampilkan para penari lokal.
“Kami sangat bangga bisa menyaksikan langsung pentas budaya hari ini. Sangat memukau. Kami benar-benar puas dengan penampilannya,” ungkap Clara kepada wartawan, usai acara berlangsung.
Ia mengaku datang bersama temannya dan merasa beruntung bisa melihat langsung budaya tradisional khas Manggarai itu dalam suasana adat yang kental.
Bagian dari Syukuran Rumah Adat
Pertunjukan Caci kali ini bukanlah sebuah acara tunggal. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian syukuran dan peresmian rumah adat baru di Kampung Wersawe.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bapak Tomas Pura, yang merupakan Tu’a Golo (pemangku adat) Kampung Wersawe.
“Pentas Caci ini adalah bagian penting dari prosesi adat. Hari ini kami meresmikan rumah adat yang baru selesai dibangun di kampung kami. Dan seperti tradisi kami, Caci menjadi bagian utama dari acara ini,” kata Tomas saat diwawancarai wartawan di lokasi acara.
Dihadiri Tokoh Adat dan Pemerintah Setempat
Acara peresmian rumah adat di Kampung Wersawe ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari wilayah Kecamatan Mbeliling.
Ketua Panitia, Bapak Hendrikus Hasing, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Cunca Wulang, Camat Mbeliling, para Tu’a Golo dari kampung-kampung sekitar, serta masyarakat umum yang antusias menyaksikan budaya Caci.
“Ini bukan hanya acara keluarga atau kampung semata. Banyak tokoh adat dari kampung lain juga datang, termasuk pemerintah desa dan kecamatan. Kami bersyukur karena acara ini mendapat perhatian luas,” ungkapnya.
Menurut Hendrikus, pertunjukan Caci merupakan simbol penting dalam setiap acara adat. Selain sebagai hiburan, Caci juga menjadi bentuk doa dan penghormatan terhadap leluhur.
Kades Cunca Wulang: Caci Harus Terus Dilestarikan
Sementara itu, Kepala Desa Cunca Wulang, yang akrab disapa Pius, menyebut bahwa kehadiran pertunjukan Caci dalam acara syukuran rumah adat seperti ini sangat penting untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Menurutnya, permainan Caci tidak hanya menjadi simbol kekuatan dan keberanian, tetapi juga bentuk komunikasi budaya antarwarga.
“Sebagai pemerintah, kami merasa sangat bangga karena budaya seperti ini masih bisa dilestarikan. Ini aset berharga untuk daerah kita, terutama dalam mengembangkan potensi pariwisata budaya di Manggarai Barat,” kata Pius.
Tentang Caci: Warisan Budaya Manggarai
Caci adalah tradisi pertarungan ritual antara dua laki-laki yang memakai alat pelindung dan cambuk khas. Dalam budaya Manggarai, Caci memiliki makna mendalam sebagai bagian dari ritual syukur, penyambutan tamu penting, atau upacara adat besar.
Dengan semakin banyaknya perhatian dari wisatawan asing, Caci kini menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata budaya di NTT.
Penulis: Tim BAJOPEDIA
Editor: Redaksi












