LABUAN BAJO, BAJOPEDIA.COM – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), yang digelar di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (10/7/2025).
Dalam momentum penting itu, Ketua DWP Mabar, Ny. Fatinci Sodo, tampil menyampaikan sambutan penuh semangat dan rasa syukur. Ia juga memaparkan capaian organisasi selama periode kepemimpinannya dari tahun 2022 hingga 2025.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena acara ini bisa berjalan dengan lancar, penuh semangat, dan kehadiran yang luar biasa dari berbagai daerah,” ucap Ny. Fatinci membuka pidatonya yang disambut tepuk tangan para peserta Musda.
Penghormatan kepada Tamu dan Panitia
Tak lupa, Ny. Fatinci menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada sejumlah pihak yang hadir. Di antaranya Ketua DWP Provinsi Nusa Tenggara Timur beserta rombongan, Ketua DWP Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), serta perwakilan dari DWP Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada jajaran Unsur Pelaksana DWP Kabupaten Manggarai Barat, terutama para pengurus dari 12 kecamatan yang datang dengan antusias, serta panitia pelaksana Musda.
“Panitia sungguh luar biasa. Mereka menyiapkan tempat ini dengan indah dan tertata rapi. Semua berjalan lancar sejak pembukaan oleh Bapak Sekda. Kami semua merasa nyaman dan bangga,” tuturnya.
DWP: Organisasi Besar, Peran Strategis
Dalam sambutannya, Ny. Fatinci juga menegaskan kembali esensi dan cakupan organisasi Dharma Wanita Persatuan. Menurutnya, DWP bukan sekadar organisasi lokal atau regional, melainkan organisasi besar yang ada di seluruh Indonesia.
“Kita Dharma Wanita ini bukan hanya di Manggarai Barat saja, bukan hanya di NTT, tetapi di seluruh Indonesia. Ini organisasi terbesar, karena kita adalah istri ASN dan P3K. Wajib, tidak ada pilihan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menyadari bahwa keikutsertaan dalam DWP adalah bagian dari tanggung jawab moral dan sosial sebagai istri aparatur negara. “Menjadi istri PNS/ASN berarti kita juga punya peran strategis dalam mendukung suami dan membina keluarga yang harmonis dan produktif,” lanjutnya.
Laporan Kegiatan: Menyentuh Banyak Sektor
Pada kesempatan itu, Ny. Fatinci menyampaikan laporan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama masa kepengurusan 2022–2025. Ia menjelaskan bahwa program DWP Mabar berjalan aktif di lima bidang utama: sosial-kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan peringatan HUT organisasi.
1. Sosial dan Kesehatan
Beberapa kegiatan unggulan di bidang ini antara lain pemberian makanan tambahan untuk anak-anak stunting, kunjungan ke Posyandu, serta pemberian bantuan untuk balita gizi kurang.
Yang paling menyentuh, kata dia, adalah kegiatan “ancang tanah”, yakni kunjungan langsung ke rumah-rumah anggota DWP yang telah lanjut usia.
“Mereka terharu. Bahkan ada yang menangis karena merasa masih diingat. Ini kegiatan sederhana, tapi sangat bermakna,” ucapnya dengan suara bergetar.
2. Pendidikan
Di bidang pendidikan, DWP Mabar menyelenggarakan seminar sehari dalam rangka Hari Ibu dengan tema “Semangat Hari Ibu Tingkatkan Peran Ibu dalam Menciptakan Keluarga yang Berkualitas”.
Selain itu, organisasi ini juga aktif memantau dan mendampingi PAUD binaan. “Kami memberikan alat peraga edukatif, bahkan berkunjung langsung ke PAUD binaan kami di Kecamatan Pacar,” jelasnya.
3. Ekonomi Keluarga
Untuk mendukung ekonomi keluarga, DWP Mabar mengadakan pelatihan pembuatan kue berbahan dasar kelor seperti cucur dan bolu kukus merah. Menurutnya, ini bertujuan memperkenalkan manfaat kelor untuk kesehatan dan ekonomi keluarga.
“Kelor ini luar biasa. Selain bergizi, bisa juga jadi produk ekonomi. Kita ajarkan anggota cara membuatnya agar bisa dijual juga,” ujarnya.
4. Sosial Budaya
Di bidang sosial budaya, DWP Mabar mendukung penuh pemanfaatan hasil kerajinan lokal. Salah satunya melalui pengadaan seragam organisasi dari kain tenun lokal.
“Ini supaya kita bisa mengadopsi semua hasil kerajinan dari UMKM yang bergerak di sektor tenun. Kita wajib mengenakan pakaian tenunan, sebagai bentuk penghargaan terhadap pengrajin kita sendiri,” kata Ny. Fatinci dengan nada tegas.
5. Peringatan HUT DWP
DWP Mabar juga rutin memperingati Hari Ulang Tahun organisasi ke-23, 24, dan 25. Setiap tahun diisi dengan program kegiatan yang tidak hanya seremonial, tapi juga memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Harapan dan Penutup
Menutup sambutannya, Ny. Fatinci menyampaikan harapan agar Musda 2025 ini menjadi titik awal baru yang penuh semangat dan komitmen untuk DWP Mabar ke depan.
“Semoga pengurus baru yang dikukuhkan hari ini dapat bekerja dengan semangat, penuh integritas, dan terus melanjutkan program-program yang sudah baik. DWP Mabar harus tetap hadir sebagai mitra aktif dalam pembangunan keluarga ASN dan masyarakat,” ujarnya.
Setelah penyampaian laporan, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Pengurus DWP Mabar Periode 2024–2029 oleh Ketua DWP Provinsi NTT, yang juga menyampaikan materi penguatan organisasi kepada seluruh peserta Musda.
Penulis: Lois H
Editor: Redaksi












