Hujan deras dan angin kencang menerpa -+ pupuhan Hekatre lahan padi sawah milik petani Desa Mbuit, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 18 Februari 2025 lalu.

Kepala Desa Mbuit, Apolonarius Minde mengaku bahwa Dinas Pertanian Manggarai Barat sudah turun lapangan untuk lakukan survei pada hari kamis 20 februari 2025 lalu, dan pihak Desa sudah kirimkan datanya, namun hingga saat ini belum mendapat konfirmasi.
“Dinas pertanian sudah datang ke sini untuk melakukan survei pada hari kamis lalu, dan saya sudah kirimkan datanya, namun belum dikonfirmasi”, ucap Apolo, selasa, 23/2/2025.
Lanjut Apolo, “saya selaku kepala desa bertanggung jawab dengan musibah ini. Kewajiban saya melaporkan ini kepada pihak terkait di pemerintah Daerah, diantaranya dinas pertanian dan penanggulangan bencana”, imbuhnya.
“Pada laporan itu, 38 masyarakat petani yang menjadi korban. Saya berharap, agar laporan yang sudah dikirim ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manggarai Barat, menuai respon secepatnya” jelas Apolo
Masyarakat petani sebagai korban meminta, agar musibah ini dibutuhkan penanganan cepat dalam bentuk suplai bantuan.
“Masyarakat butuh bantuan bantuan, mohon ditangani cepat dari pihak pemda” tutur Apolo
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lorensius Halu mengatakan “masih berproses kemarin tim monitoring dri distan suda turun” kata Lorens, saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada selasa, (25/2/2025) siang.
Badan Benanggulangan Bencana, Bidang Kedaruratan dan Logistik, Robertus Gardi mengatakan “belum bisa ditanggapi, saat ini kami lagi di Pede, sementara urus ada beberapa titik genangan air karena saluran tersumbat, akan dininformasikan ketika nanti saya kembali ke kantor”. Tutur Robertus, kepada Bajopedia.com melalui Telpon WhatsApp***
Penulis: Fiktor Afri












